Aug 5, 2013

Surat untuk Ramadhan

Hai Ramadhan... Bersamamu sungguh sebuah kenikmatan yang tidak tertara untukku.
tapi kini kau akan segera meninggalkanku...

aku teringat hari-hari pertama kehadiranmu...

 kau datang di saat diri ini belum siap menerima kehadiranmu. aku yang masih saja asik dengan duniaku. yang melalaikan akan hadirnya dirimu. padahal dari jauh sebelumnya kau telah memberitahukan akan kehadiranmu dengan hadirnya sahabat setiamu Rajab dan Sya'ban. keduanya menganjurkan agar aku mulai mempersiapkan diri untuk kehadiranmu... dengan memperbanyak dan membiasakan diri beribadah serta melakukan hal-hal yang kau sukai... tapi aku tidak mengindahkan  anjuran tersebut...

hingga di saat kau benar-benar hadir.. aku kaget.. sambutku terhadapmu pun tidak maksimal... bahkan aku tidak mampu berkhidmah padamu dengan baik.. tidak sepenuhnya menghadirkan jiwa dan raga ini untukmu...

namun.. seiring waktu berjalan, aku mulai terbiasa dengan kehadiranmu... aku mulai nyaman dalam dekapanmu... dekapan yang selalu menenangkan... karena di dalamnya penuh dengan alunan merdu kalam Illahi dan asma-Nya. rengkuhan yang setiap inci geraknya adalah pahala. sungguh engkau adalah nikmat yang tiada tertara...

namun kini... di saat aku sedang terlena dengan nikmat dan indahnya dekapan sucimu.. kau akan segera meninggalkanku... agar berganti dengan hadirnya bulan kemenangan... namun... termasukkah aku ke dalam orang-orang yang menang??? karena hingga di ujung jumpamu aku masih belum berkhidmat dengan segenap jiwa dan raga... 

akankah kita berjumpa lagi di kehadiranmu selanjutnya??? aku tak ingin meninggalkanmu, namun kau meninggalkanku dengan begitu gagah. karena kau telah mengantarkan semua yang aku butuhkan... telah memfasilitasi semua yang kebutuhkan...

aku berjanji padamu Ramadhan... dan aku berharap... semoga aku bisa mempertahankan semua yang telah kau ajarkan padaku... bisa terus mempertahankan khidmat suci ini pada Tuhanku sebagaimana yang telah kau fasilitasi semuanya...

kau blilang padaku bahwa kau hanyalah perantara agar aku bisa semakin dekat dengan Tuhanku... semoga aku bisa menjaganya bahkan semakin dekat lagi dengan Tuhanku meski kau akan meninggalkanku.. 
dan kelak ketika kita berjumpa lagi dikesempatan yang akan datang, aku bisa dengan bangga mempersembahkannya padamu dan tidak kaget lagi menerima kehadiranmu...

salam rindu untukmu Ramadhan... terima kasih untuk segala yang telah kau beri...

kullu 'am wa antum bi khair...

Cairo, 27 Ramadhan 1434 H / 5 Agustus 2013

May 7, 2013

Ternyata Rasulullah Saw Pernah Galau Juga


Ternyata Rasulullah Saw pernah galau juga...

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim , dari Aisyah Ra. beliau berkata: Malaikat Jibril As. berjanji untuk menemui Rasul Saw. suatu waktu. Pada saat waktunya tiba, Rasulullah menunggu Malaikat Jibril diwaktu yang telah ditentukan. Dan Jibril tidak datang. Pada saat itu Rasulullah Saw. memegang sebuah tongkat ditangannya, kemudian beliau lemparkan tongkat tersebut dan berkata: "Allah dan Rasul-Nya (Malaikat-Nya) tidak pernah mengingkari janjinya". Kemudian beliau memalingkan wajahnya dan mendapati ada seekor anak anjing di bawah tempat tidurnya. Beliau bersabda:" Ya Aisyah sejak kapan anjing ini ada di sini?". Aisyah Ra. menjawab:"Demi Allah saya tidak tahu". Kemudian Rasulullah memerintahkan untuk mengeluarkan anjing tersebut. setelah itu (barulah) Malaikat Jibril datang. Maka Rasulullah berkata kepada Jibril :" engkau telah berjanji padaku, aku telah menunggumu di sini tetapi engkau tidak datang". Maka Jibril As. menjawab:"ada seekor anjing yang menyebabkan terhalangnya aku untuk datang ke rumahmu. sungguh bahwasanya kami tidak masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan gambar".

Dalam hadis di atas jelas sekali kegalauan Rasulullah ketika Malaikat Jibril tak jua datang untuk menepati janji yang telah dibuatnya. Sehingga beliau sampai melemparkan tongkat yang sedang beliau pegang yang menunjukkan betapa resahnya beliau, karena Allah dan Malaikat-malaikatnya tidak pernah mengingkari janji.

Dalam kitab Fathul Mun'im di jelaskan bahwa kegalauan Rasulullah yang begitu resah menunggu kedatangan Jibril dari malam hari hingga menjelang pagi membuat beliau merasa sangat sedih. bahkan beliau sampai memukul-mukul tongkat yang sedang beliau pegang atau membuat garis/tulisan di pasir menggunakan tongkatnya sebagai ungkapan rasa resah dan harap-harap yang  menghantui pikirannya.

Bahkan dalam riwayat lain dari Maimunah Ra. mengatakan bahwa Rasulullah Saw. sampai cemberut sepanjang hari karena Jibril tak juga datang.

Sebab kegalauan Rasul adalah karena ada anak anjing yang masuk ke dalam rumah Rasulullah. Karena Malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan gambar.

Gejala galau ternyata bisa menimpa siapa saja. Tinggal galaunya berkwalitas atau tidak.. Kalau Rasulullah galaunya sangat berkwalitas karena menunggu makhluk utusan Allah untuk menyampaikan wahyu atau bahkan sekedar untuk menghibur Rasulullah.

Kalau kita??? ^_^

Feb 6, 2013

Kunjungan Presiden SBY ke Al-Azhar Kairo

Pagi ini (6/2) Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi Universitas Al-Azhar Kairo.Tepatnya kedatangan beliau adalah untuk meninjau pembangunan asrama untuk mahasiswa Indonesia di atas lahan seluas 14 ribu meter persegi, yang merupakan tanah wakaf dari Universitas Aal-Azhar untuk mahasiswa Indonesia.


Dalam kunjungan tersebut beliau memberikan sambutan yang cukup singkat tentang peran Al-Azhar terhadap dunia dan juga terhadap Indonesia. Yang dengannya telah melahirkan banyak para pemimpin dan ulama di Indonesia. 

Sesaat setelah kedatangan Presiden SBY



Suasana mahasiswa/i Indonesia  sibuk menyimak sekalgus mengabadikan gambar
Presiden SBY


Di akhir pidatonya beliau menyampaikan pesan untuk Grand Syaikh Al-Azhar yang pada saat itu diwakili oleh Wakil Grand Syaikh  Al-Azhar Prof Dr Abdul El-Thawaf Kutub dan Wakil Rektor Univesitas Al-Azhar Prof Dr Farid Hamadah "Saya menitipkan anak-anak kami tersayang, mahasiswa-mahasiswa Indonesia, tolong didik mereka menjadi pemimpin dan tokoh negara bahkan bagi dunia".

Setelah selesai berpidato, beliau berkelililng melihat proses pembangunan asrama yang baru sebatas pondasi. rencananya pembangunan ini akan selesai pada 2015.

Kunjungan inipun tidak belangsung lama. karena setelah keliling sebentar beliau langsung bertolak untuk menghadiri KTT (konferensi Tingkat Tinggi) di Hotel Fairmmont kawasan Heliopolis, Kairo, Mesir.