Jul 1, 2012

Syuhada di Negeri Seribu Menara

Mesir adalah negara yang terkenal penuh sejarah. Mulai dari peninggalan zaman Firaun sampai terakhir pada masa kejayaan islam. Bentuk peninggalan tersebut pun bukan hanya berbentuk bangunan-bangunan megah yang masih berdiri kokoh hingga saat ini, tapi ada peninggalan lain yang jauh lebih mempunyai nilai sejarah yang tinggi yaitu makam-makam para pelaku pembuat sejarah tersebut. Kenapa saya katakan demikian? Karena tanpa orang-orang tersebut, tidak akan ada bangunan-bangunan dan peninggaalan sejarah lainnya yang bisa kita nikmati sekarang dan kita ambil hikmahnya. 

Maka alangkah bagusnya jika kita mengenal siapa saja pelaku sejarah tersebut. Dengan kita mengenal mereka, kita akan lebih menjiwai  sisa peninggalan yang mereka wariskan pada kita. Selain itu, hal tersebut juga merupakan rasa terima kasih kita pada mereka yang telah memberikan kita warisan yang sangat berharga yang tidak ada tandingannya.

Salah satu cara kita mengenal dan berterima kasih pada mereka adalah dengan cara mengunjungi makam mereka. 

Kebetulan pada suatu kesempatan saya beserta ribuan pelajar dan mahasiswa Al-Azhar University di bawah pimpinan Syaikh Dr. Yusri Rusydi Jabr Al-Hasani dapat mengunjungi kawasan pemakan para syuhada pembawa dan penyebar agama islam ke Mesir. Pemakaman tersebut terletak di daerah Bahnasa provinsi Al-Maniya Selatan Mesir. 


Syaikh Dr. Yusri Rusydi Jabr Al-Hasani 


Di perkampungan tersebut terkubur kurang lebih 5000 syuhada dan para pembesar islam. Mulai dari Sahabat-sahabat Nabi SAW, Tabi'in, Atba' Tabiin dan Shalafusshaleh. 



sejauh mata memandang hanya pemakaman

Para syuhada yang di semayamkan di perkampungan ini adalah mereka yang gugur pada masa penyebaran islam ke Mesir di Zaman Khalifah Umar Bin Khattab, yang pada saat itu bendera islam di bawa ke Mesir di bawah pimpinan panglima perang 'Amr bin 'Ash.

Di antara mereka yang di semayamkan di perkampungan ini adalah Abdurrahman bin Abi Bakar As-Shiddiq,  Dharar bin Al-Azur, Khaulah bint Al-Azur, 'Affan bin Usman bin 'Affan, Abu Dzar Al-Ghifari dan lain-lain.

Bahnasa juga sebuah kampung yang pernah di singgahi oleh Nabi Isa As. beserta ibunya Siti Maryam dan juga pernah di singgahi oleh Sayyid Yusuf An-Najjar As.



Tempat singgah Nabi Isa As. beserta ibunda Siti Maryam



Sebagaimana yang dikatakan oleh Hasan Al-Bashri ketika ditanya alasan beliau menetap di Bahnasa "Bagaimana tidak aku menetap di sebuah negeri yang di dalamnya menetap Isa As. dan turun setiap malam di dalamnya lima puluh ribu rahmat".

Inilah beberapa foto yang berhasil saya abadikan beberapa makam yang berhasil saya temukan dikrenakan pemakaman yang begitu luas.




Makam anak-anak keturunan 'Uqail bin Abi Thalib

Makam Sayyid Ali Al-Jamam
Qadhi wilayah Bahnasa

Makam Ubaidah bin Ubadah bin Shamit

Makam Hasan bin Shalih
Cicit Sayyid Husain bin Ali bin Abi Thalib

Makam Saidah Ruqayyah
orang tuanya adalah sahabat Rasulullah SAW

Makam Khaulah bint Al-Azur
saudara perempuan Raja Dharar bin Al-Azur dari Dinasti Fatimiyyah

Makam Muhammad bin Abdurrahman bin Abi Bakar As-Shiddiq

Makam Muhammad bin Uqbah bin Nafi'

Demikianlah beberapa foto yang dapat saya abadikan dalam perjalanan religius ini. perjalanan yang benar-benar penuh hikmah dan memberikan semangat baru untuk terus berjuang menyiarkan agama islam dan membelanya dari berbagai macam fitnah yang dilontarkan orang-oarang atau kelompok-kelompok bahkan agama-agama selainnya yang tidak senang terhadapnya. Yang merupakan sebuah agama pembawa kebenaran. agama terakhir yang Allah turunkan melalui Nabi terakhir yang penuh teladan Muhammad bin Abdullah Rasulullah SAW. 

Semoga para syuhada tersebut dan semua yang berjuang atas nama agama mendapatkan tempat terindah di sisi-Nya. Amin...

Jun 3, 2012

Jus Buah vs Mood Menulis


Assalamu’alikum teman-teman semua.
Lama banget ya  ga update. Padahal ide-ide tulisan ngalir terus tiap hari. Tapi karena dari sebulan lalu udah ngosongin waktu khusus untuk persiapan ujian semester akhir tahun, ide-ide yang Alhamdulillah ngalir  terus di cuekin deh. Dan akhirnya ide-ide tersebut semakin lama semakin jauh dan jauh mengikuti arus… oh inspirasi please nanti dateng lagi ya habis ujian…
Sebenarnya sih ide-ide itu udah aku simpan dengan rapih dalam folder  Kisi-kisi di laptop. Tapi tetep ja nulis bukan pada saat ide , inspirasi dan mood muncul tuh ga asik. Kaya minum jus buah yang udah ga dingin. Rasanya hambar. Mau ga di minum tapi mubazir. Mau di minum tapi setengah hati minumnya. Karena kelezatannya berkurang seiring hilangnya rasa dingin tersebut. Begitu juga nulis. Kalau bukan di saat pertama kali ide muncul, ngerjainnya tuh udah males-malesan. Coz harus banyak mikir lagi dan harus maksain diri untuk kembali pada masa dimana ide sedang deras-derasnya mengalir.


Yah mungkin mood kaya gitu Cuma aku ja kali ya yang merasakan. Maklumlah masih pemula. He… 

Sebenernya aku suka nulis dari Mts (setara SMP). Dan aku lebih suka nulis fiksi dari pada ilmiyah. Bahkan sampai sudah kuliyahpun aku masih suka ngarang-ngarang cerpen atau novel. Tapi ga pernah berani untuk mempublikasikannya di depan umum. Tulisan-tulisanku hanya aku nikmati sendiri. Karena aku takut banget dan ga siap buat nerima tanggapan orang-orang tentang tulisanku.
Tapi seiring berjalannya waktu. Dan akupun sering nongkrongin blog orang-orang dengan berbagai macam bentuk dan karakter. Mereka pede-pede aja majang tulisan mereka di blog. Dari yang cuma sekedar curhat (kaya aku sekarang. He…) sampe pada tulisan-tulisan ilmiyah dan berat. Dan akhirnya saya menemukan kesimpulan terhadap diri saya sendiri. Bahwa sebenernya selama ini saya hanya kurang pede bahkan tidak pede untuk mempublikasikan tulisan saya. Dan baru dua bulan yang lalu akhirnya saya memutuskan untuk membuat blog dan mencoba untuk berani mempublikasikan tulisan saya. Meskipun masih jauh dari sebutan “bagus" dan masih jarang juga ngepost tulisan, tapi saya berharap mudah-mudahan saya bisa memberikan bacaan yang layak untuk di baca oleh teman-teman semua.
Oia… salah satu faktor saya punya blog adalah terinspirasi dari beberapa orang blogger yang tulisan-tulisannya penuh dengan cerita, ilmu dan juga motivasi. Dan dari situ juga saya ingin mulai belajar menulis tulisan ilmiyah. Biar kelihatan status mahasiswinya. he…
Sekian dulu ya curhatnya. Dan nantikan tulisan-tulisan selanjutnya. Mudah-mudahan isinya bukan curhat lagi ya.. he..

Mar 17, 2012

Bendera Islam Berkibar dengan Perdamaian




Islam adalah agama samawi penutup yang dibawa oleh seorang Nabi yang juga merupakan penutup para Nabi. Beliau adalah Muhammad Ibnu Abdillah. Dengan kesempurnaan kholq dan khulq. Beliau menyebarkan islam dengan penuh perdamaian sesuai dengan perintah Allah.
Namun, banyak para orientalis mengatakan bahwa islam tersebar melalui kekerasan. Sebagaimana yang tercatat dalam sejarah bahwa Nabi Muhammad banyak melakukan perang ke berbagai daerah taklukkan. Sehingga islampun saat ini disebut sebagai agama teroris. Karena dituduh selalu melakukan serangan-serangan yang menghancurkan dan meresahkan penganut agama lain.

Tentu saja tudingan ini adalah tudingan yang sangat tidak beralasan. Mereka mengatakan bahwa islam disebarkan melalui kekerasan adalah hal yang sangat salah. Mereka hanya menyebut nama-nama peperangan yang dilakukan Nabi tanpa menyebutkan sebab dan musabbab perang tersebut. Adapun tudingan mengenai Islam adalah teroris, saya rasa semua orang di dunia ini sebenarnya bisa melihat dengan jelas siapa yang sebenarnya teroris. Dan semua orangpun pastinya tahu bahwa tudingan tersebut hanyalah fitnah belaka.

Di sini saya tidak akan membahas masalah islam adalah teroris. Karena sebagaimana yang saya katakana di atas. Bahwa pernyataan tersebut tidak perlu klarifikasi. Dan di sini saya hanya ingin menuliskan sedikit tentang sebab terjadinya perang pada zaman Nabi Muhammad yang dijadikan rujukan orientalis bahwa islam disebarkan melalui kekerasan.

Sebagaimana yang saya ambil dari Al Azhar Magazine bulan Maret 2012 dan rujukan ke beberapa buku tentang sejarah islam. Inilah sebab musabbab terjadinya perang pada masa penyebaran islam.

v  Gazwat (perang yang diikuti oleh Nabi) yang pertama kali adalah Perang Al-Abwa’ pada tahun 2 H/623 M di perkampungan Waddan. Pada saat itu Rasulullah melakukan perjanjian perdamaian dengan Majdi bin ‘Amr al-Juhni untuk tidak melakukan serangan ke Madinah. Rasulullah melakukan perjanjian perdamain tersebut bersama dengan pemuka Bani Dhamrah. Dan perjanjian tersebut dilakukan semata-mata untuk keamanan kota Madinah dan juga untuk kemaslahatan penduduk sekitar Madinah.

v  Perang Badr (17 Ramadhan 2 H/ 15 Maret 624 M). perang ini adalah sebagai bentuk pertahanan kaum muslimin terhadap serangan yang dilakukan oleh Quraisy di bawah pimpinan Abu Jahal bin Hisyam. pada saat itu, kaum muslimin hanya ingin mengambil kembali harta mereka yang telah di rampas oleh kaum musyrikin pada saat mereka hijrah ke Madinah. Namun kaum musyrikin mengirimkan banyak pasukan untuk menyerang kaum muslimin yang pada saat itu hanya berjumlah sekitar 313 orang.
  
v  Perang As-Sawieq (5 Dzulhijjah 2 H/ 29 Mei 624 M). perang ini adalah sebagai perlawanan terhadap Abu Sufyan yang pada saat itu ingin membalas dendam atas kekalahan Quraisy pada perang Badr. Abu Sufyan bekerja sama dengan pemuka Bani Nadhir menyusup ke dalam kota Madinah. Dan berhasil membunuh dua orang anshar dan membakar ladang milik keduanya.

v  Perang Uhud (7 Syawal 3 H/ 23 Maret 625 M). perang ini adalah sebagai bentuk perlawanan terhadap kafir Quraisy yang pada saat itu masih menanam dendam atas kekalahan mereka pada perang Badr. perang yang sengaja dipersiapkan oleh pemuka Quraisy yang selamat dari perang Badr. Dengan meminta bantuan materi pada Abu Sufyan yang merupakan konglomerat Quraisy.

v  Perang Khandaq (Syawal 5 H/April 627M). perang ini sebagai perlawanan terhadap kaum kafir. Pada saat itu pemuka Yahudi dari Bani Nadhir melakukan kesepakatan dengan kafir quraisy untuk memerangi Nabi dan kaum muslim di Madinah.

v  Perang Mu’tah (Jumadil Aula 8 H/629M). perang ini adalah perang pertama kaum muslimin melawan pemerintahan Bizantium. Sebab terjadinya perang adalah karena salah seorang utusan pembawa risalah keagamaan yang dikirim oleh Nabi SAW ke berbagai daerah di bawah kekuasaan Bizantium di bunuh.

v  Fath Makkah (pembebasan kota Makkah) terjadi pada 10 Ramadhan 8 H/ awal Januari 630 M. peristiwa ini terjadi setelah sebelumnya Quraisy melanggar perjanjian Hudaibiyah pada Tahun 6 H.

v  Perang Tabuk (9 H/ 630 M). perang melawan Bizantium. Dan tidak terjadi peperangan didalamnya. Karena pada saat itu Rasulullah SAW bertemu dengan raja Heraclius dan menyeru pada islam.

v  Adapun peperangan Nabi melawan Yahudi seperti perang Bani Qainuqa’ (pertengahan bulan Syawal 2 H/April 624 M), perang melawan Bani Nadhir (4 H/625 M), perang melawan Bani Quraizhah (Dzulhijjah 5 H/ 627 M), dan perang melawan Yahudi Khaibar (akhir Muharram & H/ akhir Mei 628 M) adalah sebagai bentuk perlawanan terhadap mereka yang selalu melanggar perjanjian.

Demikianlah beberapa peperangan yang dilakukan kaum muslimin. Yang semuanya adalah bentuk perlawanan terhadap musuh-musuh islam. Dan islam tidak pernah memulai terlebih dahulu peperangan. Karena islam disebarkan dengan perdamaian. Sebagaimana kaidah dakwah dalam islam yang terdapat dalam Alqur’an al-Karim:

أدع إلى سبيل ربك بالحكمة و الموعظة الحسنة و جادلهم بالتي هي أحسن (النحل:125)
و قولوا للناس حسنا (البقرة:83)

Selain peperangan di atas. Ada juga peperangan lain yang di dalamnya tidak terjadi penyerangan. Ada yang hanya sebatas gertakan. Ada juga yang tidak terjadi perang karena musuh mundur lebih dahulu dan lain sebagainya. Allahumma tsabbit qulubana ‘ala dinik.

Mar 7, 2012

رب أخ لم تلده أمك


Assalamu’alaikum kawan semua…
Ini adalah tulisan pertama saya di blog ini. Sebenernya sih lebih ke arah curhat dari pada disebut “tulisan”. 

Pernahkah kalian mendengar istilah رب أخ لم تلده أمك   (terkadang seorang saudara bukanlah orang yang lahir dari rahim ibumu). Istilah ini baru saya dapati beberapa hari yang lalu pada saat daurah nahwu di Markaz Kalimah for teaching arabic as a foreign language.

Dan hal itu benar adanya dalam kehidupan kita tanpa kita sadari. Pasti kita mempunyai orang-orang terdekat dalam hidup kita. Bahkan tahu segala rahasia hidup kita lebih banyak dari pada keluarga kita sendiri. Mereka adalah orang-orang yang tanpa sadar telah menyayangi kita dan kitapun menyayanginya. Dan tanpa sadar pula mereka adalah layaknya saudara kandung kita sendiri.

Tahukah kalian siapa yang terbesit dibenakku saat kalimat رب أخ لم تلده أمك   terlontar oleh pengajar pada saat itu? Aku langsung teringat saudara-saudaraku yang telah menemaniku dan menjadi sahabat sekaligus keluarga yang tak tertandingi perhatian dan kasih sayangnya selama aku tinggal di Mesir. Mereka adalah sahabat-sahabatku yang terangkum dalam sebuah keluarga bernama Al-Asas. Persaudaraan kami terjalin ketika kami sama-sama melangkahkan kaki menuju Bumi Para Nabi ini. Dengan satu misi dan visi ketika itu. Kami semua secara tidak langsung telah berikrar bahwa kami adalah keluarga yang akan saling menjaga dan melindungi. Dan inilah kami…





 Jika selama ini kita sering mendengar kata-kata أحبكم في الله    . maka inilah cinta tersebut. Cinta yang didasari tujuan untuk saling menjaga karena Allah. Disaat tidak ada keluarga yang mendampingi di saat sulit dalam belajar, lelah dengan hingar bingar Mesir, dan lain sebagainya mereka selalu siap merentangkan tangannya dan merangkul dengan penuh cinta. Sebagaimana yang dikatakan pepatah Arab سافر تجد عوضا عن من تفارقه    (merantaulah, maka akan kau dapati pengganti orang-orang yang telah kau tinggalkan). Dan merekalah pengganti tersebut. Pengganti yang selalu memberikan cinta denga tulus karena Allah.

Aku teringat Pada akhir April 2009 kami semua berangkat menuju Negeri Seribu Menara ini dengan langkah yang berat. Berat meninggalkan keluarga yang melambaikan tangan dengan penuh harapan akan keberhasilan kami. Dengan tangis yang tak tertahan kami meninggalkan tanah air tercinta. Dengan rasa takut yang menghantui, mampukah kami bertahan hidup jauh dari keluarga, hidup sendiri tanpa sanak saudara dan lain sebagainya. Tapi semua rasa takut itu hilang dengan adanya mereka disampingku. Mereka yang sebenarnya juga merasakan apa yang kurasakan. Dan Alhamdulillah apa yang kutakutkan tidak terjadi. Karena aku mempunyai sahabat yang penuh perhatian.

 Hampir tiga tahun sudah aku tinggal di Mesir dan menuntut ilmu di universitas islam tertua di dunia Al-Azhar University. Sudah banyak hal yang ku lalui. Suka, duka, semangat, jenuh, asam, manis, pahit dan sebagainya telah kurasakan. Semuanya semakin membuatku dewasa dan bijak dalam menyikapi setiap masalah ( ga sering2 juga sih kaya gini.. :p ) tapi yang pasti semua rasa itu membuatku semakin sayang pada sahabat-sahabat seperjuanganku. Aku jadi teringat pada saat acara ulang tahun ke-2 kedatangan kami di Hadiqah Al-Azhar (hadiqah ini sampai kami beri nama Hadiqah Al-Asas, karena ada cerita tersendiri mengapa kami namakan dengan nama tersebut, nanti aja ya ceritanya ) ketika setiap di antara kami diperkenankan untuk mengeluarkan isi hatinya tentang persahabatan dan persaudaraan kami. Dan detik-detik itu adalah detik-detik yang sangat menyentuh bagiku dan juga bagi yang lain pastinya. Karena kami bisa mengetahui  seberapa besar arti persahabatan kami. Ya Allah jagalah selalu persahabatan dan persaudaraan kami. Agar kami bisa selalu saling mengingatkan di saat tidak ada orang tua yang mengawasi dan menegur kami. Agar kami bisa saling menyemangati di saat semangat belajar mulai memudar tergores rasa malas yang selalu mennnyelimuti. Agar kami bisa saling menjaga dan menyayangi karena-Mu dan saling menopang untuk terus berjalan di jalan lurus-Mu.




Dulu mungkin ketika kami sama-sama melangkahkan kaki menuju Bumi Para Nabi ini, kami mempunyai visi dan misi yang sama. Namun seiring berjalannya waktu, akhirnya kami menemukan jalan hidup kami masing-masing. Sibuk dengan kegiatan masing-masing. Bahkan ada di antara kami yang sudah menemukan pasangan sehidup semati mengikat cinta atas nama Allah dalam ikatan pernikahan. Meski demikian, persahabatan dan persaudaraan kami tetap terjalin dengan indah dan bahkan semakin erat. Semoga Allah selalu menjaga ukhuwah kita dan memudahkan segala urusan kita. Amin…

Muqaddimah

Assalamu'alaikum kawan semua... 
mumpung masih post-an pertama, ayo kita kenalan dulu... :)
Nama saya Faizah Ahmad Fudholi. Mahasiswi fakultas Ushuluddin jurusan Hadits Universitas Al-Azhar Kairo-Mesir. 
blog ini saya beri nama "ardh-el-kinanah" yang juga merupakan nama lain dari Mesir adalah karena blog ini tercipta ketika saya sedang berada di sini. selain itu, alasan saya menamakan blog saya dengan nama tersebut adalah agar blog saya pun penuh dengan cerita seperti negara Mesir. teman-teman semua pasti tahu bahwa negara Mesir adalah negara yang penuh dengan peradaban. Mesir pun telah di lalui berbagai macam masa. mulai dari masa manusia pertama di bumi Nabi Adam 'alaihissalam. kemudian masa Nabi Ibrahim 'alaihhissalam, kemudian disusul masa Nabi Yusuf 'alaihissalam, masa Nabi Musa 'alaihissalam, dan sampai pada masa peradaban islam yang pada saat itu mesir di taklukkan oleh pahlawan islam 'Amr bin 'Ash. dari semua masa itu, tidak diragukan lagi bahwa Mesir menyimpan begitu banyak cerita dan memberikan kontribusi yang sangat besar dalam peradaban dunia. karena itu, saya berharap blog ini pun bisa memberikan banyak cerita dan memberikan kontribusi bacaan yang menarik untuk teman-teman semua. sehingga blog ini akan bisa menjadi peradaban dunia maya yang setara dengan peradaban Mesir (terlalu tinggi ya menghayalnya...he :) ). 'ala kulli hal... selamat bergabung untuk teman-teman semua...